Sabtu, 25 Februari 2012

Sistem informasi Perusahaan umum pegadaian


                         Sistem informasi                      
Perusahaan umum pegadaian

dosen  : Nahot  frastian s.kom

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nama         :        WAGISAN

  NPM           :     201043500151

 

 




 

ABSTRAKSI





”Sistem informasi Perusahaan umum pegadaian ”
Perkembangan ilmu pengetahuan pada masa sekarang ini semakin cepat dalam segala bidang dalam meningkatkan taraf hidup manusia.
Sementara ini perusahaan umum pegadaian merupakan salah satu sumber pemasukan devisa negara di bawah pengelolahan departemen keuangan republik Indonesia. Perusahaan umum pegadaian juga merupakan kepanjangan tangan dari departemen keuangan (Pemerintah) dalam mengalirkan kredit modal perusahaan- perusahaan kecil dan menengah, serta menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Saat ini perusahaan umum pegadaian cabang pandaan belum memiliki sistem informasi pengolahan data yang kuat yang mampu melayani proses transaksi sehari-hari. Sistem  informasi pengolahan  data disini berupa pengolahan data nasabah, data petugas, data barang, serta data sewa modal. Hal ini sangat di butuhkan oleh perusahaan umum pegadaian cabang Pandaan dalam menghadapi era globalisasi.  






KATA PENGANTAR



Assalammu’alaikum Wr. Wb.
Puji syukur alhamdulillah, kali panjatkan atas kehadirat Alloh SWT atas rahmat, hidayah serta inayah-NYA sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan judul :
Sistem informasi
Perusahaan umum pegadaian
Kami menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari kata sempurna, namun dengan selesainya tugas ini semoga dapat menambah khasanah keilmuan kami.
Saran serta kritik yang membangun senantiasa kami nantikan untuk penyempurnaan tugas ini.
UCAPAN TERIMA KASIH

Pertama-tama kami panjatkan puji syukur Alhamdulillah atas berkah rhmat dan hidayahnya sehingga kami dapa menyelesaikan tugas ini tanpa halangan yang berarti. Amien.
Penulis ucapkan terima kasih kepada kedua orang tua dan saudara-saudaraku atas kasih sayang serta dorongan unuk dapat menyelesaikan ini semua.




DAFTAR ISI
Halaman Pernyataan
Abstraksi
Kata Pengantar
Bab I PENDAHULUAN
      1.1  Latar belakang
      1.2  Rumusan masalah
`      1.3  Tujuan
  BAB II Teori Dasar Penunjang
      2.1  Perusahaan umum Pegadaian
            A. Sejarah
            B. Struktur Pegadaian
            C. Organisasi perjan (perusahaan jawatan) pegadaian
            D. Perkembangan dan kegiatan usaha perusahaan
           1.  Usaha pokok kredit gadai
            2.  Usaha jasa titipan
            3.  Galeri 24 (toko emas pegadaian)
      4.  Usaha persewaan gedung
      5. Usaha taksiran / sertifikasi
      6.  Usaha penjualan keping emas ONH
2.2 Sbd
2.3  Konsep Dasar sistem informasi
`      2.1.1 Pengertian sistem informasi   
      2.1.2  Desain input secara umum
2.1.3 Desain output secara umum
2.1.4  Desain database secara umum
2.1.5 Type Dari File
2.1.6 Entity-relationship atau E-R diagram
2.1.7 Teknik normalisasi
3. Bentuk normalisasi
3.1Konsep dasar bahasa pemrograman delhphi 6.0
BAB III ANALISA SISTEM INFORMASI
3.1 Umum
3.1.2 sumber data
3.2 Bahan dan alat
3.2.1 Bahan
3.2.2 Alat
DAFTAR PUSTAKA






BAB I
PENDAHULUAN

1.1.            Latar belakang
Dalam era globalisasi dewasa ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terasa sangat pesat, sehingga menawarkan banyak sekali kemudahan-kemudahan  dalam menjalankan aktivitasnya, baik berupa pekerjaan ringan dalam rumah tangga maupun pekerjaan rumit dalam  dunia perusahaan, sehingga pada akhirnya seolah-olah kita dimanjakan oleh teknologi tersebut.
Kehadiran teknologi ini dimaksudkan untuk mencapai hasil yang lebih baik dengan efisien, efektivitas dan kepresisian yang lebih tinggi. Dan ketika teknologi  telah merajai di berbagai bidang usaha, hal ini yang menjadi dasar penerapan dalam sebuah aplikasi nyata penggunaan media komunikasi dan pengalohan data pada perusahaan umum pegadaian di kantor cabang Pandaan Pasuruan.
Sementara ini perusahaan umum pegadaian cabang Pandaan telah menggunakan komputerisasi, namun karena sumber daya yang tidak memadai sehingga sering terjadi kesalahan dalam mengaplikasikan program yang ada. Untuk itu diperlukan upaya dalam memperbaiki program serta mengembangkan sumber daya manusia yang ada.
Dan dikarenakan luasnya usaha yang ada di perusahaan umum pegadaian maka akan kami fokuskan pada usaha utama pegadaian saja sehingga tema yang diangkat adalah “Sistem Informasi Perusahaan Pegadaian Cabang Pandaan” yang akan meliputi informasi data nasabah, data petugas, data sewa modal, data barang dan data gudang.

1.2.            Rumusan masalah
Program yang ada di perusahaan umum pegadaian Pandaan memerlukan perbaikan. Perbaikan-perbaikan tersebut meliputi informasi data nasabah, data petugas, data sewa modal, data barang dan data gudang yang baik antara lain:
1.        Di perusahaan umum pegadaian terdapat kekurangan dalam melaksanakan penghitungan transaksi sehari-hari karena masih menggunakan Microsoft Excel dalam penglahan data.
2.        Merancang/mendesain program aplikasi yang aplikatif yang lebih tepat serta kekhususan dalam pengolahan informasi ataupun transaksi sehari-hari.
3.        Mengaplikasikan informasi tersebut dalam pengolahan informasi ataupun transaksi sehari-hari.





  
1.3.            Tujuan
Setiap kali dalam melakukan satu hal pasti memiliki arah dan tujuan yang ingin dicapai melalui apa yang di namakan dengan target. Demikian juga skripsi ini memiliki satu atau beberapa tujuan yang nantinya ingin dicapai. Tujuan-tujuan tersebut antara lain sebagai berikut :
1.       Membangun sistem pengolahan data yang berbasis DBMS (Database Management System) yang efektif, efisien serta kepresisian yang tinggi di perusahaan umum pegadaian cabang Pandaan.
2.      Meminimalkan segala bentuk kesalahan (Human Error) sehingga mampu meningkatkan efektivitas serta efisisensi proses pengolahan data.

 

 

 

 





























BAB II

TEORI DASAR PENUNJANG



2.1.            Perusahaan umum pegadaian

Perusahaan umum pegadaian adalah suatu perusahaan milik dibawah naungan departemen keuanganIndonesia. Perusahaan ini sendiri bergerak dibidang perkreditan seperti dunia perbankan lainnya, namun pencairan kredit yang telah diajukan harus disertai barang ataupun lainnya sebagai barang jaminan. Perbedaan yang kedua adalah pengajuan kredit tersbut lebih mengarah masyarakat menengah kebawah, hal ini tercermin dari barang jaminan serta besarnya jumlah pengajuan kredit yang ada.
Perusahaan umum pegadaian dalam perkembangannya menjalankan banyak bidang usaha agar dapat bertahan atau bahkan mungkin bersaing dengan dunia perbankan lainnya. Saat ini ada 5 (lima) bidang usaha antara lain perkreditan/pegadaian, jasa taksir, galeri 24, koin emas ONH, jasa penitipan barang dan yang paling baru adalah pegadaian syariah. Selain banyaknya bidang usaha tersebut membuat perusahaan umum pegadaian juga menginginkan adanya pembaharuan dalam proses transaksi sehari-hari. Guna semakin memantapkan langkah perusahaan umum pegadaian dalam menyongsong eraglobalisasi dan pasar bebas, dimana tidak ada lagi istilah monopoli dan perlindungan dari pemerintah. Dan penggunaan teknlogi informasi (TI) menjadi salah satu selain pengembangan sumber daya manusia yang ada.

Pegadaian memiliki logo serta maskot, yaitu sebagai berikut:
logo1
Gambar 2.1. Logo Pegadaian

  • Pohon rindang berwarna hijau
    • Melindungi dan membantu masyarakat atau sebagai pengayom masyarakat.
    • Senantiasa tumbuh dan berkembang.
    • Mencerminkan keteduhan
    • Warna hijau merupakan warna agraris yang akrab dengan masyarakat kecil.
  • Timbangan berwarna hitam
          • Keseimbangan dan keterbukaan dalam pelayanan.
          • kejujuran
  • Tulisan ‘Pegadaian’ dengan huruf miring
          • Sederhana, kepraktisan dan kemudahan
          • Dinamis dan senantiasa bergerak maju
  • Huruf balok melambangkan keteguhan dan kekokohan
Slogan atau semboyan pegadaian yang resmi telah ditetapkan pada tanggal 10 April 1991 adalah:
  • Mengatasi masalah tanpa masalah
Slogan atau semboyan tersebut mencerminkan utama pelayanan pegadaian.
Mengatasi masalah keuangan atau kebutuhan dana dengan pelayanan dalam waktu yang lebih singkat.
Tidak menuntut persyaratan-persyaratan administrasi yang menyulitkan nasabah.

Maskot pegadaian adalah si ‘INTAN’ merupkana kependekan dari Inovavatif, Nilai Moral Tinggi, Terampil, Adi Layanan, dan Nuansa Citra.
I        : Inovatif
Seluruh Pegawai pegadaian senantiasa berkreasi dan mengembangkan ide-ide baru guna menciptakan peluang dan pelayanan yang lebih baik lagi sehingga nasabah terlayani dengan baik dan merasa puas.
N       : Nilai Moral Tinggi
Pegawai pegadaian diharapkan berbuat maksimal dalam melayani dan menjaga hubungan baik dengan nasabah dan senantiasa bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi nilai moral, etika, kejujurandan kewaspadaan, selalu mendasari sikap dan perilaku dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
T       : Terampil
Pegawai pegadaian senantiasa dapat melaksanakan tugas keseharian dengan cepat, lugas, tegas dan akurat serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
A       : Adi Layanan
Pegawai pegadaian selalu memberikan layanan yang prima. Kepuasan nasabah merupakan kebanggaan tersendiri bagi setiap elphi pegadaian.
N       : Nuansa Citra
Pegawai pegadaian selalu menjaga citra baik perusahaan, bekerja, menjaga kebersihan lingkungan, kerapihan penampilan dan efisiensi serta produktivitas. 


3.                  Sejarah
·         Pegadaian zaman pemerintahan hindia belanda

Pada tahun 1800 VOC dibubarkan pemerintahan belanda sebagai penanggung jawab pemerintahan, maka keberadaan lembaga kredit bank van leening dipertegas. Gubenur jendral daendelsmengeluarkan peraturan yang merinci  jenis barang yang digadaikan.
Gubenur  jendral hindia belanda merasa perlu memperhatikan tokoh tokoh dan mempertimbangkan tentang untuk menjalankan ethiesche politiek. Salah satu langkah merealisasikan kebijakan tersebut adalah melakukan pengkajian kembali kebijakan perizinan dan operasional lembaga pegadaian. Untuk maksud itu maka pemerintah hindia belanda mambentuk lembaga penelitian yang dipimpin oleh de wolf van westerrode pada tahun 1900.  Berdasarkan penelitian tersebut, maka pemerintah mengeluarkan staatsblad (stbl) no. 131 tanggal 12 maret 1901, yang pada prinsipnya mengatur bahwa pendirian pegadaian merupakan monopoli itu hanya dijalankan oleh pemerintah. Maka berdasarkan undang–undang ini didirikanlah pegadaian  (pandhuis) pertama di kota sukabumi (jawa barat) pada tanggal 1 april 1901.

·         Pegadaian zaman pemerintahan jepang

Struktur organisasi pegadaian semasa pemerintahan pendudukan jepang tidak mengalami perubahan. Hanya saja jumlah inspektorat menciut menjadi tiga yang disebut gunseikabu zaimubu. Ketiga inspektorat tersebut berkedudukan di Jakarta untuk wilayah pulau Jawa, Bukit tinggi untuk wilayah Sumatera, dan Makassar untuk wilayah Sulawesi dan Indonesia timur. Ketiga pejabat tersebut di bantu oleh 27 kontrolir yang masing–masing membawahi 10 sampai 16  kantor cabang pegadaian.
·         Pegadaian zaman perjuangan kemerdekaan

Pada masa awal pemerintahan RI yang terbentuk pada bulan agustus 1945,  Mr saubari ditunjuk sebagai kepala jawatan pegadaian dari ohno san, tidak lama kemudian diangkat sebagai sekertaris jendral departemen keuangan. Sehingga jawatan pegadaian diserahkan kepada  R. Hendarsin Tjokrosoedirjo. Pada waktu itu pertempuran terjadi dimana-mana sehingga koordinasi kantor jawatan pegadaian pusat dan daerah , oleh karena itu kantor jawatan pegadaian pusat hijrah ke Kebumen, sementara itu pemerintah pusat telah terlebih dahulu pindah ke Yogjakarta.
·         Pegadaian pada masa pembangunan.

Peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perpu) no. 19 / 1960 menetapkan bahwa semua perusahaan yang modalnya dari pemerintah di jadikan perusahaan (PN). Tujuannya adalah untuk menyederhanakan perusahaan-perusahaan yang bentuknya beraneka ragam menjadi satu bentuk.


B.        Struktur pegadaian   
Instruksi presiden no. 17/1967 diwujudkan dengan dikeluarkannya perpu no. 1/1969 yang diundangkan dengan UU no.9 tahun 1969. Undang-undang ini mengatur tentang bentuk badan usaha menjadi tiga (3) bentuk, yaitu : perjan  (perusahaan jawatan), perum (perusahaan umum), dan persero.
Sejalan dengan ketentuan dalam undang-undang tersebut, maka dikeluarkan peraturan pemerintah no. 7 tahun 1969 yang mencabut PP no.178/1961 dan menyatakan bahwa mulai 1 mei 1969 di tetapkan menjadi perusahaan jawatan (perjan) pegadaian. Peranan perjan pegadaian dituangkan dalam surat keputusan menteri keuangan no. KEP-39/MK/6/1/1971 tanggal 20 januari 1971 bab II pasal 2 yang berbunya bahwa perjan pegadaian  mempunyai tugas membantu menteri keuangan . Direktorat Jendral Moneter Dslam Negeri dalam :

  1. Membina perekonomian rakyat kecil dengan menyalurkan kredit atas dasar gadai kepada :
a. Para petani, nelayan, pedagang kecil, kecil yang bersifat produktif.
b.Kaum buruh/pegawai negeri yang ekonomi lemah yang bersifat konsumtif.

  1. Ikut serta mencegah adanya pemberian pinjaman yang tidak wajar, ijon, pegadaian gelap, dan praktek riba lainnya.

  1. Di samping menyalurkan kredit, maupun usaha-usaha lainnya yang bermanfaat terutama bagi pemerintah dan masyarakat.


  1. Membina pola perkreditan supaya benar-benar terarah dan bermanfaat, terutama mengenai kredit yang bersifat produktif dan bila perlu memperluas daerah operasinya.    






Berikut adalah gambaran strukturnya :




Direktur utama
 
           
SATUAN  PENGAWASAN INTERN
 
            DIREKSI














Sumber : kantor pusat perum pegadaian







C.        Organisasi perjan (perusahaan jawatan) pegadaian
Daerah inspeksi :
1.     Kantor daerah inspeksi I di Medan
2.     Kantor daerah inspeksi II di Jakarta
3.     Kantor daerah inspeksi III di  Bandung
4.     Kantor daerah inspeksi IV di Semarang
5.     Kantor daerah inspeksi V di Yogjakarta
6.     Kantor daerah inspeksi VI di Surakarta
7.     Kantor daerah inspeksi VII di Surabaya
8.     Kantor daerah inspeksi VIII di Malang
9.     Kantor daerah inspeksi IX di Jember
10. Kantor daerah inspeksi X di Ujung pandang

Kemudian berdasarkan pemberitahuan menurut surat edaran kepala perjan pegadaian no. Proses.2/3/32 tanggal 24 agustus 1981 di bentuk lagi 4 kantor inspeksi, antara lain :
1.     Kantor daerah inspeksi XI di Padang
2.     Kantor daerah inspeksi XII di Purwokerto
3.     Kantor daerah inspeksi XIII di Madiun
4.     Kantor daerah inspeksi XIV di Denpasar
Kepala daerah inspeksi di bantu oleh kepala daerah pemeriksaan sebanyak 43 orang, dengan jumlah cabang sebanyak 488 cabang.











D.       Perkembangan dan kegiatan usaha perusahaan
Perkembangan operasional tahun 1990 sampai dengan 2000

Tahun
Jumlah cabang (unit)
Nasabah
(ribuan orang)
Agunan
(ribuan potong)
Uang pinjaman
(ribuan Rp. )
1990
1991
1992
1993
1994
1995
1996
1997
1998
1999
2000
503
535
544
561
565
583
598
623
634
647
689

3.156
3.156
3.294
3.550
4.198
4.758
5.030
5.305
9.757
12.928
12.900

15.762
18.651
18.988
18.253
21.354
22.618
22.893
23.094
20.736
19.033
20.030
433.145.226
615.613.523
697.062.721
776.846.649
1.039.891.787
1.402.033.794
1.715.222.043
2.088.187.351
3.130.562.919
3.229.379.262
4.230.778.000


Sumber : kantor pusat perum pegadaian.







Perkembangan ikhtisar rugi laba

Tahun
Sewa modal
Pendapatan lain
Biaya
Laba sebelum pajak
Laba bersih
1990
1991
1992
1993
1994
1995
1996
1997
1998
1999
2000
31.251
58.998
68.162
79.769
91.946
125.873
158.387
190.620
319.520
401.030
354.502

3.048
5.011
6.100
4.460
8.015
1.583
2.552
3.804
15.211
18.273
4.673
28.745
49.401
66.739
77.776
83.214
110.625
137.064
162.876
281.813
345.339
337.144
5.554
14.607
7.522
6.453
17.726
24.459
47.130
47.047
68.759
79.114
65.040
5.352
10.991
4.086
2.967
11.239
17.204
33.964
34.722
52.988
61.367
46.838

Sumber : kantor pusat perum pegadaian








Ikhtisar neraca perusahaan

Tahun
Aktiva lancar
Up yang diberikan
Jumlah aktiva
Kewajiban
Ekuitas
1990
1991
1992
1993
1994
1995
1996
1997
1998
1999
2000
2001
14.353
211.360
221.456
232.762
285.014
374.079
480.657
615.052
1.029.571
947.716
1.217.482
1.568.622
108.749
157.913
165.746
190.381
251.993
333.805
414.252
526.243
792.894
704.690
973.153
1.354.712
237.267
308.979
335.074
362.848
426.431
529.267
647.030
798.194
1.221.407
1.150.645
1.413.918
1.792.853
26.331
51.715
67.247
100.445
155.906
248.241
339.057
465.114
850.134
742.942
998.662
1.217.239
210.935
257.264
267.826
262.402
270.525
280.806
307.979
332.939
371.003
407.045
415.256
475.614

Tidak ada komentar:

Posting Komentar