Sistem informasi
Perusahaan
umum pegadaian
dosen : Nahot frastian s.kom

Nama : WAGISAN
NPM
: 201043500151
ABSTRAKSI
”Sistem informasi Perusahaan umum
pegadaian ”
Perkembangan
ilmu pengetahuan pada masa sekarang ini semakin cepat dalam segala bidang dalam
meningkatkan taraf hidup manusia.
Sementara
ini perusahaan umum pegadaian merupakan salah satu sumber pemasukan devisa
negara di bawah pengelolahan departemen keuangan republik Indonesia. Perusahaan
umum pegadaian juga merupakan kepanjangan tangan dari departemen keuangan
(Pemerintah) dalam mengalirkan kredit modal perusahaan- perusahaan kecil dan
menengah, serta menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Saat ini
perusahaan umum pegadaian cabang pandaan belum memiliki sistem informasi
pengolahan data yang kuat yang mampu melayani proses transaksi sehari-hari. Sistem informasi pengolahan data disini berupa pengolahan data nasabah,
data petugas, data barang, serta data sewa modal. Hal ini sangat di butuhkan
oleh perusahaan umum pegadaian cabang Pandaan dalam menghadapi era globalisasi.
KATA PENGANTAR
Assalammu’alaikum Wr. Wb.
Puji syukur
alhamdulillah, kali panjatkan atas kehadirat Alloh SWT atas rahmat, hidayah
serta inayah-NYA sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan judul :
Sistem informasi
Perusahaan umum pegadaian
Kami menyadari
bahwa tugas ini masih jauh dari kata sempurna, namun dengan selesainya tugas
ini semoga dapat menambah khasanah keilmuan kami.
Saran serta
kritik yang membangun senantiasa kami nantikan untuk penyempurnaan tugas ini.
UCAPAN TERIMA KASIH
Pertama-tama kami panjatkan puji syukur Alhamdulillah atas berkah rhmat dan
hidayahnya sehingga kami dapa menyelesaikan tugas ini tanpa halangan yang
berarti. Amien.
Penulis ucapkan terima kasih kepada kedua orang tua dan saudara-saudaraku
atas kasih sayang serta dorongan unuk dapat menyelesaikan ini semua.
DAFTAR ISI
Halaman Pernyataan
Abstraksi
Kata Pengantar
Bab I PENDAHULUAN
1.1
Latar belakang
1.2 Rumusan
masalah
` 1.3
Tujuan
BAB II Teori Dasar Penunjang
2.1 Perusahaan umum Pegadaian
A.
Sejarah
B.
Struktur Pegadaian
C.
Organisasi perjan (perusahaan
jawatan) pegadaian
D. Perkembangan
dan kegiatan usaha perusahaan
1.
Usaha pokok kredit gadai
2. Usaha jasa titipan
3. Galeri 24 (toko emas pegadaian)
4. Usaha
persewaan gedung
5. Usaha taksiran / sertifikasi
6. Usaha
penjualan keping emas ONH
2.2 Sbd
2.3 Konsep Dasar sistem informasi
` 2.1.1 Pengertian sistem informasi
2.1.2
Desain input secara umum
2.1.3 Desain output secara umum
2.1.4
Desain database secara umum
2.1.5 Type Dari File
2.1.6 Entity-relationship atau E-R diagram
2.1.7 Teknik normalisasi
3. Bentuk normalisasi
3.1Konsep dasar bahasa pemrograman delhphi 6.0
BAB III ANALISA
SISTEM INFORMASI
3.1 Umum
3.1.2 sumber data
3.2 Bahan dan alat
3.2.1 Bahan
3.2.2 Alat
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar
belakang
Dalam era globalisasi dewasa ini, perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi terasa sangat pesat, sehingga menawarkan banyak sekali
kemudahan-kemudahan dalam menjalankan
aktivitasnya, baik berupa pekerjaan ringan dalam rumah tangga maupun pekerjaan
rumit dalam dunia perusahaan, sehingga
pada akhirnya seolah-olah kita dimanjakan oleh teknologi tersebut.
Kehadiran
teknologi ini dimaksudkan untuk mencapai hasil yang lebih baik dengan efisien,
efektivitas dan kepresisian yang lebih tinggi. Dan ketika teknologi telah merajai di berbagai bidang usaha, hal
ini yang menjadi dasar penerapan dalam sebuah aplikasi nyata penggunaan media
komunikasi dan pengalohan data pada perusahaan umum pegadaian di kantor cabang
Pandaan Pasuruan.
Sementara ini
perusahaan umum pegadaian cabang Pandaan telah menggunakan komputerisasi, namun
karena sumber daya yang tidak memadai sehingga sering terjadi kesalahan dalam
mengaplikasikan program yang ada. Untuk itu diperlukan upaya dalam memperbaiki
program serta mengembangkan sumber daya manusia yang ada.
Dan
dikarenakan luasnya usaha yang ada di perusahaan umum pegadaian maka akan kami
fokuskan pada usaha utama pegadaian saja sehingga tema yang diangkat adalah
“Sistem Informasi Perusahaan Pegadaian Cabang Pandaan” yang akan meliputi
informasi data nasabah, data petugas, data sewa modal, data barang dan data
gudang.
1.2.
Rumusan masalah
Program
yang ada di perusahaan umum pegadaian Pandaan memerlukan perbaikan.
Perbaikan-perbaikan tersebut meliputi informasi data nasabah, data petugas,
data sewa modal, data barang dan data gudang yang baik antara lain:
1.
Di perusahaan umum pegadaian terdapat kekurangan dalam
melaksanakan penghitungan transaksi sehari-hari karena masih menggunakan
Microsoft Excel dalam penglahan data.
2.
Merancang/mendesain program aplikasi yang aplikatif yang
lebih tepat serta kekhususan dalam pengolahan informasi ataupun transaksi sehari-hari.
3.
Mengaplikasikan informasi tersebut dalam pengolahan informasi
ataupun transaksi sehari-hari.
1.3.
Tujuan
Setiap kali dalam melakukan satu hal
pasti memiliki arah dan tujuan yang ingin dicapai melalui apa yang di namakan
dengan target. Demikian juga skripsi ini memiliki satu atau beberapa tujuan
yang nantinya ingin dicapai. Tujuan-tujuan tersebut antara lain sebagai berikut
:
1.
Membangun sistem pengolahan data yang berbasis
DBMS (Database Management System)
yang efektif, efisien serta kepresisian yang tinggi di perusahaan umum
pegadaian cabang Pandaan.
2.
Meminimalkan segala bentuk kesalahan (Human Error) sehingga mampu meningkatkan
efektivitas serta efisisensi proses pengolahan data.
BAB II
TEORI DASAR PENUNJANG
2.1.
Perusahaan umum pegadaian
Perusahaan umum pegadaian
adalah suatu perusahaan milik dibawah naungan departemen keuanganIndonesia.
Perusahaan ini sendiri bergerak dibidang perkreditan seperti dunia perbankan
lainnya, namun pencairan kredit yang telah diajukan harus disertai barang
ataupun lainnya sebagai barang jaminan. Perbedaan yang kedua adalah pengajuan
kredit tersbut lebih mengarah masyarakat menengah kebawah, hal ini tercermin
dari barang jaminan serta besarnya jumlah pengajuan kredit yang ada.
Perusahaan umum pegadaian
dalam perkembangannya menjalankan banyak bidang usaha agar dapat bertahan atau
bahkan mungkin bersaing dengan dunia perbankan lainnya. Saat ini ada 5 (lima)
bidang usaha antara lain perkreditan/pegadaian, jasa taksir, galeri 24, koin
emas ONH, jasa penitipan barang dan yang paling baru adalah pegadaian syariah.
Selain banyaknya bidang usaha tersebut membuat perusahaan umum pegadaian juga
menginginkan adanya pembaharuan dalam proses transaksi sehari-hari. Guna
semakin memantapkan langkah perusahaan umum pegadaian dalam menyongsong
eraglobalisasi dan pasar bebas, dimana tidak ada lagi istilah monopoli dan
perlindungan dari pemerintah. Dan penggunaan teknlogi informasi (TI) menjadi
salah satu selain pengembangan sumber daya manusia yang ada.
Pegadaian memiliki logo
serta maskot, yaitu sebagai berikut:

Gambar 2.1. Logo Pegadaian
- Pohon
rindang berwarna hijau
- Melindungi
dan membantu masyarakat atau sebagai pengayom masyarakat.
- Senantiasa
tumbuh dan berkembang.
- Mencerminkan
keteduhan
- Warna
hijau merupakan warna agraris yang akrab dengan masyarakat kecil.
- Timbangan
berwarna hitam
- Keseimbangan dan keterbukaan dalam pelayanan.
- kejujuran
- Tulisan
‘Pegadaian’ dengan huruf miring
- Sederhana, kepraktisan dan kemudahan
- Dinamis dan senantiasa bergerak maju
- Huruf
balok melambangkan keteguhan dan kekokohan
Slogan atau semboyan pegadaian yang
resmi telah ditetapkan pada tanggal 10 April 1991 adalah:
- Mengatasi
masalah tanpa masalah
Slogan atau semboyan
tersebut mencerminkan utama pelayanan pegadaian.
Mengatasi masalah
keuangan atau kebutuhan dana dengan pelayanan dalam waktu yang lebih singkat.
Tidak menuntut
persyaratan-persyaratan administrasi yang menyulitkan nasabah.
Maskot
pegadaian adalah si ‘INTAN’ merupkana kependekan dari Inovavatif, Nilai Moral
Tinggi, Terampil, Adi Layanan, dan Nuansa Citra.
I :
Inovatif
Seluruh Pegawai pegadaian senantiasa
berkreasi dan mengembangkan ide-ide baru guna menciptakan peluang dan pelayanan
yang lebih baik lagi sehingga nasabah terlayani dengan baik dan merasa puas.
N :
Nilai Moral Tinggi
Pegawai pegadaian diharapkan berbuat
maksimal dalam melayani dan menjaga hubungan baik dengan nasabah dan senantiasa
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi nilai moral, etika,
kejujurandan kewaspadaan, selalu mendasari sikap dan perilaku dalam
melaksanakan tugas sehari-hari.
T :
Terampil
Pegawai pegadaian senantiasa dapat
melaksanakan tugas keseharian dengan cepat, lugas, tegas dan akurat serta dapat
dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
A :
Adi Layanan
Pegawai pegadaian selalu memberikan
layanan yang prima. Kepuasan nasabah merupakan kebanggaan tersendiri bagi
setiap elphi pegadaian.
N :
Nuansa Citra
Pegawai pegadaian selalu menjaga
citra baik perusahaan, bekerja, menjaga kebersihan lingkungan, kerapihan
penampilan dan efisiensi serta produktivitas.
3.
Sejarah
·
Pegadaian
zaman pemerintahan hindia belanda
Pada tahun 1800 VOC
dibubarkan pemerintahan belanda sebagai penanggung jawab pemerintahan, maka
keberadaan lembaga kredit bank van
leening dipertegas. Gubenur jendral daendelsmengeluarkan peraturan yang
merinci jenis barang yang digadaikan.
Gubenur jendral hindia belanda merasa perlu
memperhatikan tokoh tokoh dan mempertimbangkan tentang untuk menjalankan ethiesche politiek. Salah satu langkah
merealisasikan kebijakan tersebut adalah melakukan pengkajian kembali kebijakan
perizinan dan operasional lembaga pegadaian. Untuk maksud itu maka pemerintah
hindia belanda mambentuk lembaga penelitian yang dipimpin oleh de wolf van westerrode
pada tahun 1900. Berdasarkan penelitian
tersebut, maka pemerintah mengeluarkan staatsblad
(stbl) no. 131 tanggal 12 maret 1901, yang pada prinsipnya mengatur bahwa
pendirian pegadaian merupakan monopoli itu hanya dijalankan oleh pemerintah.
Maka berdasarkan undang–undang ini didirikanlah pegadaian (pandhuis)
pertama di kota sukabumi (jawa barat) pada tanggal 1 april 1901.
·
Pegadaian
zaman pemerintahan jepang
Struktur organisasi
pegadaian semasa pemerintahan pendudukan jepang tidak mengalami perubahan.
Hanya saja jumlah inspektorat menciut menjadi tiga yang disebut gunseikabu zaimubu. Ketiga inspektorat
tersebut berkedudukan di Jakarta untuk wilayah pulau Jawa, Bukit tinggi untuk
wilayah Sumatera, dan Makassar untuk wilayah Sulawesi dan Indonesia timur.
Ketiga pejabat tersebut di bantu oleh 27 kontrolir yang masing–masing membawahi
10 sampai 16 kantor cabang pegadaian.
·
Pegadaian
zaman perjuangan kemerdekaan
Pada masa awal
pemerintahan RI yang terbentuk pada bulan agustus 1945, Mr saubari ditunjuk sebagai kepala jawatan
pegadaian dari ohno san, tidak lama kemudian diangkat sebagai sekertaris
jendral departemen keuangan. Sehingga jawatan pegadaian diserahkan kepada R. Hendarsin Tjokrosoedirjo. Pada waktu itu
pertempuran terjadi dimana-mana sehingga koordinasi kantor jawatan pegadaian
pusat dan daerah , oleh karena itu kantor jawatan pegadaian pusat hijrah ke
Kebumen, sementara itu pemerintah pusat telah terlebih dahulu pindah ke
Yogjakarta.
·
Pegadaian
pada masa pembangunan.
Peraturan pemerintah
pengganti undang-undang (perpu) no. 19 / 1960 menetapkan bahwa semua perusahaan
yang modalnya dari pemerintah di jadikan perusahaan (PN). Tujuannya adalah
untuk menyederhanakan perusahaan-perusahaan yang bentuknya beraneka ragam
menjadi satu bentuk.
B. Struktur
pegadaian
Instruksi presiden no.
17/1967 diwujudkan dengan dikeluarkannya perpu no. 1/1969 yang diundangkan
dengan UU no.9 tahun 1969. Undang-undang ini mengatur tentang bentuk badan
usaha menjadi tiga (3) bentuk, yaitu : perjan
(perusahaan jawatan), perum (perusahaan umum), dan persero.
Sejalan dengan ketentuan
dalam undang-undang tersebut, maka dikeluarkan peraturan pemerintah no. 7 tahun
1969 yang mencabut PP no.178/1961 dan menyatakan bahwa mulai 1 mei 1969 di
tetapkan menjadi perusahaan jawatan (perjan) pegadaian. Peranan perjan
pegadaian dituangkan dalam surat keputusan menteri keuangan no.
KEP-39/MK/6/1/1971 tanggal 20 januari 1971 bab II pasal 2 yang berbunya bahwa
perjan pegadaian mempunyai tugas membantu
menteri keuangan . Direktorat Jendral Moneter Dslam Negeri dalam :
- Membina
perekonomian rakyat kecil dengan menyalurkan kredit atas dasar gadai
kepada :
a. Para petani, nelayan, pedagang
kecil, kecil yang bersifat produktif.
b.Kaum buruh/pegawai negeri yang
ekonomi lemah yang bersifat konsumtif.
- Ikut
serta mencegah adanya pemberian pinjaman yang tidak wajar, ijon, pegadaian
gelap, dan praktek riba lainnya.
- Di
samping menyalurkan kredit, maupun usaha-usaha lainnya yang bermanfaat
terutama bagi pemerintah dan masyarakat.
- Membina
pola perkreditan supaya benar-benar terarah dan bermanfaat, terutama
mengenai kredit yang bersifat produktif dan bila perlu memperluas daerah
operasinya.
Berikut
adalah gambaran strukturnya :
|
|
![]() |
Sumber :
kantor pusat perum pegadaian
C. Organisasi perjan (perusahaan jawatan)
pegadaian
Daerah inspeksi :
1.
Kantor daerah inspeksi I di Medan
2. Kantor daerah inspeksi II di Jakarta
3.
Kantor daerah inspeksi III di Bandung
4. Kantor daerah inspeksi IV di Semarang
5.
Kantor daerah inspeksi V di Yogjakarta
6.
Kantor daerah inspeksi VI di Surakarta
7. Kantor daerah inspeksi VII di
Surabaya
8. Kantor daerah inspeksi VIII di Malang
9.
Kantor daerah inspeksi IX di Jember
10. Kantor
daerah inspeksi X di Ujung pandang
Kemudian berdasarkan pemberitahuan menurut surat
edaran kepala perjan pegadaian no. Proses.2/3/32 tanggal 24 agustus 1981 di bentuk lagi 4 kantor
inspeksi, antara lain :
1.
Kantor daerah inspeksi XI di Padang
2.
Kantor daerah inspeksi XII di Purwokerto
3.
Kantor daerah inspeksi XIII di Madiun
4.
Kantor daerah inspeksi XIV di Denpasar
Kepala daerah inspeksi di bantu oleh kepala daerah
pemeriksaan sebanyak 43 orang, dengan jumlah cabang sebanyak 488 cabang.
D. Perkembangan
dan kegiatan usaha perusahaan
Perkembangan operasional tahun 1990
sampai dengan 2000
Tahun
|
Jumlah
cabang (unit)
|
Nasabah
(ribuan
orang)
|
Agunan
(ribuan
potong)
|
Uang
pinjaman
(ribuan
Rp. )
|
1990
1991
1992
1993
1994
1995
1996
1997
1998
1999
2000
|
503
535
544
561
565
583
598
623
634
647
689
|
3.156
3.156
3.294
3.550
4.198
4.758
5.030
5.305
9.757
12.928
12.900
|
15.762
18.651
18.988
18.253
21.354
22.618
22.893
23.094
20.736
19.033
20.030
|
433.145.226
615.613.523
697.062.721
776.846.649
1.039.891.787
1.402.033.794
1.715.222.043
2.088.187.351
3.130.562.919
3.229.379.262
4.230.778.000
|
Sumber : kantor pusat perum pegadaian.
Perkembangan ikhtisar rugi laba
Tahun
|
Sewa
modal
|
Pendapatan
lain
|
Biaya
|
Laba
sebelum pajak
|
Laba
bersih
|
1990
1991
1992
1993
1994
1995
1996
1997
1998
1999
2000
|
31.251
58.998
68.162
79.769
91.946
125.873
158.387
190.620
319.520
401.030
354.502
|
3.048
5.011
6.100
4.460
8.015
1.583
2.552
3.804
15.211
18.273
4.673
|
28.745
49.401
66.739
77.776
83.214
110.625
137.064
162.876
281.813
345.339
337.144
|
5.554
14.607
7.522
6.453
17.726
24.459
47.130
47.047
68.759
79.114
65.040
|
5.352
10.991
4.086
2.967
11.239
17.204
33.964
34.722
52.988
61.367
46.838
|
Sumber : kantor pusat perum pegadaian
Ikhtisar neraca perusahaan
Tahun
|
Aktiva lancar
|
Up yang diberikan
|
Jumlah aktiva
|
Kewajiban
|
Ekuitas
|
1990
1991
1992
1993
1994
1995
1996
1997
1998
1999
2000
2001
|
14.353
211.360
221.456
232.762
285.014
374.079
480.657
615.052
1.029.571
947.716
1.217.482
1.568.622
|
108.749
157.913
165.746
190.381
251.993
333.805
414.252
526.243
792.894
704.690
973.153
1.354.712
|
237.267
308.979
335.074
362.848
426.431
529.267
647.030
798.194
1.221.407
1.150.645
1.413.918
1.792.853
|
26.331
51.715
67.247
100.445
155.906
248.241
339.057
465.114
850.134
742.942
998.662
1.217.239
|
210.935
257.264
267.826
262.402
270.525
280.806
307.979
332.939
371.003
407.045
415.256
475.614
|

Tidak ada komentar:
Posting Komentar